Semua keraguan itupun telah sirna. Karena pada kenyataannya pun kamu yang aku anggap sudah melupakan semua kenangan kita dan ingatanmu padaku ternyata itu hanya ketakutanku semata. Menurutku memang pertemuan itu benar-benar singkat namun hal yang kutakutkan itu terjawab sudah. Bahkan sampai detik inipun sikap dan perilakumu sama, hal terkecil pada diriku pun masih teringat di benakmu.
Entah apa yang terjadi kedepan setelah ini. Aku merindukanmu, bahkan semua hal yang pernah kamu lakukan yang menurutku itu hal yang mustahil untuk sekarang ini. Rasa ini lah yang berbeda yang tidak bisa aku temukan pada sosok lelaki lain selain kamu. Aku masih berharap semua anganku itu terwujud. Celotehanmmu yang memamerkan sedikit tentang kekasihmu sekarang dan beberapa wanita yang tengah dekat denganmu itu adalah hal yang bisa membuatku cemburu. Namun entah apa yang tergambar di raut wajahmu aku merasakan hal yang berbeda. Kau pun juga masih menceritakan kejadian dalam hidupmu kepadaku. Dan tanpa sengaja kau menanyakan hal yang seharusnya aku ingat. Tapi sampai saat ini setiap kata yang terucap dari bibirmu akan selalu aku ingat.
Aku masih menginginkan ini bukanlah hari terakhir aku bisa denganmu yang mengumbar tawa bersamamu. Nyaman, Tenang yahh dua kata itu yang tergambar saat aku berada di sampingmu.