Kamis, 29 Januari 2015

Kasih Sayang ?

16 Januari 2015 Tepat di hari spesial dimana tanggal itu adalah tanggal kelahirannya . Harusnya mengalami peristiwa yang menyenangkan dari para sahabat ataupun yang paling utama keluarga. Banyak sosok orang tua yang merayakan hari jadi anaknya tapi tidak dengannya , mirisnya tidak satupun dari kedua orang tua mereka yang mengucapakan selamat ulang tahun dari tiap tahunnya memang itu hal kecil namun itu sangat berarti bagi gadis remaja belasan tahun ini . Harapannya memang sangat sederhana yakni mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya terutama sosok ibu . Namun apalah daya semenjak kecil gadis remaja ini hidup dalam kondisi keluarga yang keras bahkan hampir setiap hari merasa tertekan yang sangat mendalam karena tak ada satupun yang mampu mengertinya .

Sampai pada saatnya gadis ini berdebat dengan orang tuanya tujuannya pun hanya satu , menjelaskan bahwa dia tak ingin apapun melainkan hanya butuh kasih sayang dan pengertian dari seorang ibu dan tak di remehkan lagi oleh ayahnya. Hingga gadis ini lulus dari bangku sekolah dan mulai bekerja. Pada saat mulai bekerja keinginannya hanya membantu ekonomi keluarga namun usahanya di anggap remeh oleh ayahnya. Hari berlalu gadis remaja ini ingin sekali hidup mandiri dengan keluar dari rumah dan hidup sendiri di luar kerasnya kota Surabaya . Gadis belia ini sangatlah menyayangi kedua Orang Tuanya terutama kepada Ibunya, namun sayang di dalam kehidupannya selalu di remehkan dan yang selalu paling di unggulkan adalah adikknya yang usianya pun baru 4 Tahun, masih sangat kecil bukan. Sangatlah tertekan harapannya setelah perdebatan panjang itu kedua Orangtuanya bisa memahami yang sejak kecil tak bisa merasakan kelembutan kasih sayang seorang Ibu .

Uang ! Bukanlah satu-satunya alat untuk membahagiakan seseorang. Menjadikan Ibu sebagai seorang Teman ketika dia merasa sendiri, menjadi tempat mencari solusi terbaik ketika sedang dalam mengatasi masalah dan menjadikan pengambil keputusan yang tepat dalam kebingungan dalam bertindak. Kesenangan yang diharapkan bukanlah berdasarkan materi yang di berikan.

Tapi tekad gadis belia ini sungguh kuat banyak rintangan yang di hadapi , pikirannya pun penuh hingga tak tahu harus mengadu kepada siapa kecuali kepada Sang Maha Pencipta. Keahlian dalam merangkai kata merupakan suatu kunci bagi gadis belia ini dan mulai membuat Karya Sastra dan alhasil karyanya banyak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan dan tanpa orang tua gadis ini sadari bahwa anaknya yang dulu di remehkan menjadi salah satu penulis yang hebat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar