Jumat, 01 Mei 2015

:)

Menahan rasanya terabaikan, rasanya teracuhkan,  bahkan tak dianggap dan di perdulikan lagi di kehidupanmu aku masih bisa sabar (mungkin) sampai saat ini. Entah aku yang terlalu bodoh atau entah aku yang tak menginginkan kamu pergi. Menahan rasa rindu yang mendalam, menahan tanpa memperhatikanmu, mencoba belajar mengacuhkanmu seperti kau yang mengacuhkanku selama ini. Aku belajar keras tentang itu. Namun hatiku masih tak sanggup dengan itu semua. Memaafkan semua kesalahan yang benar-benar menyakitkanku entah itu atas kesengajaannmu atau tidak itu semua diperuntuk agar semua baik-baik saja.

Setahun sudah hidup tanpa sosok dirimu yang menemaniku, hati ini hampa tanpamu. Aku selalu berharap agar ada dimana kesempatan untuk bertemu denganmu. Dan seketika itu mendengar kabarmu telah sendiri itu cukup melegakan hatiku. Namun apalah daya tak mampu juga aku terlalu berharap untuk dapat kembali seperti dulu. Dulu kau yang selalu mengutamakanku. Dulu kau yang selalu mengingikanku. Dan dulu kau yang selalu merindukanku. Namun sekarang berbeda terbalik, hanya dengan menyapamu pada satu tempat aku hanya bisa melihatmu dari jauh, senyummu yang menyejukkanku sudah lebih dari cukup buatku. Melihat keadaanmu secara langsung itu sudah lebih dari cukup. Terima kasih untuk malam ini masih mengijinkanku untuk melihat senyumanmu yang menenangkanku, melihat tatapan matamu dan mendengar suaramu. Semua masih sama saat seperti setahun yang lalu.

Masih tersimpan dalam memori ingatanku yang begitu jelas tentangmu. Ya kini aku hanya bisa berharap. Dan harapan itu yang sudah jelas aku tahu jawabannya adalah bayangan semu belaka yang tak pernah aku raih. Di setiap lantunan doaku juga masih ku menyebut namamu. Setiap malampun juga masih sosok dirimu hadir di mimpiku. Entah bagaimana denganmu. Kuharap kau juga merasakannya, itu yang selalu terlintas di benakku.

Wanita yang masih menyayangimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar