Sabtu, 22 Oktober 2016

Sejarah Pendidikan Kebidanan di Luar Negeri

 

1.  Sejarah Perkembangan Pelayanan Dan Pendidikan Bidan Diluar Negeri   

Sebelum abad ke-20 (1700-1900)

Dua abad sebelum abad ke-20 telah menghasilkan banyak penemuan besar yang sangat berpengaruh terhadap praktek kebidanan yang membawa banyak orang-orang kedokteran kedalam kebidanan.

     a. William Smellie dari Scotlandia (1697-1763) mengembangkan forseps dengan kurva pelvik seperti kurva shepalik . Dia memperkenalkan cara pengukuran konjungata diagonalis dalam pelvi metri , menggambarkan metode tentang persalinan lahirnya kepala pada presentasi bokong , dan penanganan resusitasi bayi asfiksia dengan penonpaan paru-paru melalui sebuah metal kateler .

b. Ignas Phillip Semmelweis , seorang dokter dari Hungaria (1818-1865) mengenalkan tentang cuci tangan yang bersih , mengacu pada pengendalian species puerperium .

 c. James Young Simpsosn dari Edenburgh , Scotlandia (1811-1870) memperkenalan dan menggunakan anastesi umum dalam kebidanan .

 d. Tahun 1824 , James Blundell dari Inggris menjadi orang pertama yang berhasil menangani pendarahan postpartum dengan menggunakan tranfusi darah .

 e. Jean Lubumean dari Prancis (orang kepercayaan Rene Laenec , penemu Stetoskop pada tahun 1819) pertama kali mendengar bunyi jantung janin dengan stetoskop pada tahun 1920.

 f. Dr. William shippen (1736-1808), beliau seorang tokoh di AS yang mengembangkan kebidanan, beliau yang mendirikan kursus kebidanan di Philadelphia gazette, sehingga masih banyak menaruh minat pria maupun wanita.

g. Dr. Walter channing (1786-1876), beliau diangkat sebagai profesor kebidanan disekolah kedokteran harvard

 

       Postnatal care sejak munculnya hospitalisasi untuk persalinan telah berubah dari perpanjangan masa rawatan sampai 10 hari, ke trend “Modern” ambulasi diri. Yang pada kenyataannya, suatu pengembalian pada “cara yang lebih alami”.
Selama beberapa tahun, pemisahan ibu dan bayi merupakan praktek yang dapat diterima di banyak rumah sakit, dan alat menyusui bayi buatan menjadi dapat diterima, dan bahkan oleh norma! Bagaimanapun, alami sekali lagi “membuktikan dirinya “rooing-in” dipraktekan dan menyusui dipromosikan menyusui disemua rumah sakit yang sudah mendapat penerangan
. Perkembangan teknologi yang cepat telah monitoring anthepartum dan intrapartum yang tepat menjadi mungkin dengan pengguraan ultrasonografi dan cardiotocografi, dan telah merubah prognosis bagi bayi prematur secara dramatis ketika dirawat di neonatal intersive acara urits, hal ini juga memungkinkan perkembangan yang menakjubkan.

 

1.1  Sejarah Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Kebidanan di Amerika

            Pada zaman dahulu kala, persalinan di Amerika Serikat di tolong oleh dukun beranak yang tidak berpendidikan, biasanya bila seorang perempuan sukar melahirkan ahli obat menganjurkan supaya perempuan itu diusir serta ditakut-takuti agar rasa sakitnya bertambah dan kelahiran menjadi mudah karena kesakitan dan kesedihan.

a.Tahun 1765

pendidikan formal untuk bidan mulai dibuka. Akhir abad ke-18 banyak kalangan medis berpendapat secara emosi dan intelektual wanita tidak dapat belajar dan menerapkan metode obstetric.Pendapat ini digunakan untuk menjatuhkan profesi bidan, sehingga bidan tidak mempunyai pendukung, uang, tidak teroganisir dan tidak dianggap professional.

b. Tahun 1770-1820

Para wanita golongan atas di kota-kota besar, melahirkan ditolong olah “Bidan Pria” / dokter. Bidan hanya menangani persalinan wanita yang tidak mampu membayar dokter. Pada masa itu juga terjadi perubahan persepsi dimana kelahiran merupakan masalah medis yang harus ditangani oleh dokter.

 

 

c. Sampai dengan pada awal abad 20

para bidan berperan seperti dokter berpengalaman tanpa pendidikan spesifik, standar-standar, atau peraturan-peraturan yang mengatur dalam memberikan pelayanan kebidanan.

d. Tahun 1915

Dokter Joseph de Lee menyatakan : kelahiran bayi adalah patologis dan bidan tidak mempunyai peran didalamnya. Pada saat ini mulai diberlakukannya protap pertolongan persalinan yaitu :

1. memberikan sedative pada awal inpartu

2. membiarkan servik berdilatasi

3. memberikan ether pada kala II

4. melakukan episiotomy

5. melahirkan bayi dengan forcep

6. ekstraksi placenta

7. memberikan uterotonika

8. menjahit episiotomy

 

e. Tahun 1900-1930

akibat protap yang diberlakukan tersebut, AKI mengalami penurunan menjadi 600-700 kematian per 100.000 kelahiran hidup.30-50% wanita melahirkan di rumah sakit.
f. Dokter Grantly Dicka

meluncurkan buku tentang persalinan alami sehingga spesialis obstetric berusaha meningkatkan peran tenaga diluar medis termasuk bidan.
g. Tahun 1955 :

Dibuka sekolah American College of Nurse-Midwives (ACNM)

h. Tahun 1971 :

Seorang bidan di Tenesse mulai menolong persalinan secara mandiri di institusi kesehatan.

 

 


i. Tahun 1979 :

• Badan pengawasan obat Amerika mengatakan bahwa ibu bersalin yang menerima anaesthesi dalam dosis tinggi telah melahirkan anak-anak yang mengalami kemunduran perkembangan psikomotor

• Pernyataan ini membuat :

1. Masyarakat mulai tertarik dengan proses persalinan alamiah
2. Persalinan dilakukan di rumah

3. Memacu peran bidan

 

j. Tahun 1980-an :

• ACNM membuat alternative dalam pelayanan persalinan dan mengubah pernyataan negative tentang homebirth

• Dibuat legalisasi tentang praktek professional bidan, sehingga membuat bidan menjadi profesi dengan lahan praktek yang spesifik dan membutuhkan organisasi yang mengatur organisasi tersebut. Dan pada tahun ini Bidan menangani 1,1% persalinan .

k. Tahun 1982 :

• MANA (Midwive Alliance of North America) dibetuk untuk meningkatkan komunikasi antar bidan serta membuat peraturan sebagai dasar kompetensi untuk melindungi bidan.

• Negara Arizona, bidan mempunyai tugas khusus yaitu melahirkan bayi. Untuk perawatan selanjutnya merawat bayi dan memberikan injeksi bukan lagi tugas bidan, hanya dilakukan jika diperlukan.

l. Tahun 1988

Angka SC menurun 25% dan menjadi 21% tahun 1995
m. Tahun 1989

Penggunaan forcep menurun 5,5% dan menjadi 3,8% tahun 1994

Hambatan-hambatan yang dirasakan oleh Bidan Amerika saat ini antara lain :
• Ada banyak undang-undang baru, direct entry midwive dianggap ilegal
• Lisensi praktek berbeda antar Negara, tidak ada standar praktek nasional sehingga tidak ada definisi yang jelas tentang bidan yang telah terdidik dan memiliki standar kompetensi yang sama

• Sedikit data tentang direct entry midwive dan persalinan oleh bidan

Kritik tajam dari profesi medis kepada direct entry midwive

Pendidikan kebidanan biasanya berbentuk praktek lapangan

• Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan selama 4 tahun dan praktek lapangan selama 2 tahun tapi biaya sangat mahal.

• Kebidanan memiliki sebuah organisasi untuk membentuk standart, menyediakan sertifikat dan membuat ijin praktek.

• Saat ini, America merupakan Negara yang menyediakan perawatan maternitas termahal di dunia, tetapi paling buruk dalam hal perawatan antenatal dibandingkan dengan Negara insdustri lainnya.

      Pendidikan kebidanan biasanya berbentuk praktik lapangan. Sampai saat ini mereka bisa menangani persalinan dengan pengalaman sebagai bidan. Bidan adalah seseorang telah menyelesaikan pendidikan 4 tahun dan praktik lapangan selama 2 tahun, yang mana biayanya yang sangat mahal. Kebidanan memiliki sebuah organisasi untuk membentuk standar, menyediakan sertifikat dan membuat ijin praktik. Saat ini AS merupakan negara yang menyediakan perawatan maternitas termahal di dunia, tetapi sekaligus merupakan negara industri yang paling buruk dalam hasil perawatan natal di negara-negara industri lainnya.                     

 

 

1.2 . Sejarah Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Kebidanan di Belanda

1) Perkembangan Kebidanan di Belanda

       Seiring dengan meningkatnya perhatian pemerintah Belanda terhadap kelahiran dan kematian, pemerintah mengambil tindakan terhadap masalah tersebut. Wanita berhak memilih apakah ia mau melahirkan di rumah atau di Rumah Sakit, hidup atau mati. Belanda memiliki angka kelahiran yang sangat tinggi, sedangkan kematian prenatal relatif rendah.

       Prof. Geerit Van Kloosterman pada konferensinya di Toronto tahun 1984, menyatakan bahwa setiap kehamilan adalah normal, harus selalu dipantau dan mereka bebas memilih untuk tinggal di rumah atau rumah sakit, dimana bidan yang sama akan memantau kehamilannya.

       Hendrick Van Deventer (1651-1724) yang menggambarkan banyak kelainan punggul keduanya memberikan kontribusi yang sangat penting pada pelayanan kebidanan dan telah mempublikasikannya di Belanda. Mereka juga mendirikan organisasi profesi.

       Astrid Limburg mengatakan : Seorang perawat yang baik tidak akan menjadi seorang bidan yang baik karena perawat dididik untuk merawat orang yang sakit, sedangkan bidan untuk kesehatan wanita.

       Maria De Broer yang mengatakan bahwa kebidanan tidak memiliki hubungan dengan keperawatan; kebidanan adalah profesi yang mandiri.

       Pendidikan kebidanan di Amsterdam memiliki prinsip yakni sebagaimana memberi anastesi dan sedatif pada pasien begitulah kita harus mengadakan pendekatan dan memberi pada ibu saat persalinan. Jadi pada praktiknya bidan harus  memandang ibu secara keseluruhan dan mendorong ibu untuk menolong dirinya sendiri. Bidan harus menjadi role  model di masyarakat dan harus menganggap kehamilan adalah sesuatu yang normal, sehingga apabila seorang perempuan merasa dirinya hamil dia dapat langsung memeriksakan diri ke bidan/atau dianjurkan oleh keluarga, teman, atau siapa saja.

 

2) Pendidikan Kebidanan di Belanda

       Pendidikan Kebidanan di Belanda terpisah dari pendidikan keperawatan dan berkembang menjadi profesi yang berbeda. Di Belanda ada 3 institusi kebidanan dan menerima 66 mahasiswa setiap tahunnya. Hampir setiap tahun 800 calon mahasiswa (95% wanita, 4% pria) yang mengikuti tes syarat masuk mengikuti pendidikan usia minimum 19 tahun, telah menamatkan Secondary Education atau yang sederajat dari jurusan   kimia   dan  biologi.   Mahasiswa      kebidanan    tidak menerima gaji dan tidak membayar biaya pendidikan.Selama pendidikan di ketiga institusi tersebut menekankan bahwa kehamilan, persalinan, dan nifas sebagai proses fisiologis. Ini diterapkan dengan menempatkan mahasiswa untuk praktek di kamar bersalin dimana wanita dengan resiko rendah melahirkan. Persalinan, walaupun di rumah sakit, seperti di rumah, tidak ada dokter yang siap menolong dan tidak terdapat Cardiograph. Mahasiswa akan teruju keterampilan kebidanan yang telah terpelajari.

       Bila ada masalah, mahasiswa baru akan berkonsultasi dengan Ahli kebidanan dan seperti di rumah, wanita di kirim ke ruang bersalin patologi. Mahasiswa diwajibkan mempunyai pengalaman minimal 40 persalinan selama pendidikan. Ketika mereka lulus ujian akhir akan menerima ijazah yang didalamnya tercantum nilai ujian.

 

3) Adapun Pelayanan - Pelayanan yang Dilaksanakan oleh Belanda, yaitu :

a. Pelayanan Antenatal

       Bidan menurut peraturan Belanda lebih berhak praktek mandiri daripada perawat. Bidan mempunyai ijin resmi untuk praktek dan menyediakan layanan kepada wanita dengan resiko rendah, meliputi antenatal, intrapartum dan postnatal tanpa Ahli Kandungan yang menyertai mereka bekerja di bawah Lembaga Audit Kesehatan. Bidan harus merujuk   wanita dengan resiko tinggi atau  kasus   patologi  ke Ahli Kebidanan untuk di rawat dengan baik.

        Untuk memperbaiki pelayanan kebidanan dan ahli kebidanan dan untuk meningkatakan kerjasama antar bidan dan ahli kebidanan dibentuklah dafatar indikasi oleh kelompok kecil yang berhubungan dengan pelayanan maternal di Belanda.

 

b. Pelayanan Intrapartum

       Pelayanan intrapartum dimulai dari waktu bidan dipanggil sampai satu jam setelah lahirnya plasenta dan membrannya. Bidan mempunyai kemampuan untuk melakukan episiotomi tapi tidak diijinkan menggunakan alat kedokteran. Biasanya bidan menjahit luka perineum atau episiotomi, untuk luka yang parah dirujuk ke Ahli Kebidanan. Syntometrin dan Ergometrin diberikan jika ada indikasi. Kebanyakan Kala III dibiarkan sesuai fisiologinya. Analgesik tidak digunakan dalam persalinan.

 

c.  Pelayanan Postpartum

       Di Kebidanan Belanda, pelayanan post natal dimulai setelah.
Pada tahun 1988, persalinan di negara Belanda 80% telah ditolong oleh bidan, hanya 20% persalinan di RS. Pelayanan kebidanan dilakukan pada community – normal, bidan sudah mempunyai indefendensi yuang jelas. Kondisi kesehatan ibu dan anak pun semakin baik, bidan mempunyai tanggung jawab yakni melindungi dan memfasilitasi proses alami, menyeleksi kapan wanitya perlu intervensi, yang menghindari teknologi dan pertolongan dokter yang tidak penting.
Pendidikan bidan digunakan sistem Direct Entry dengan lama pendidikan 3tahun.


1.3 . Sejarah Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Kebidanan di Jepang

1) Pelayanan Kebidanan di Jepang

       Jepang merupakan sebuah negara dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju serta kesehatan masyarakat yang tinggi.

       Pelayanan kebidanan setelah perang dunia II, lebih lebih banyak terkontaminasi oleh medikalisasi. Pelayana kepada masyarakat masih bersifat hospitalisasi. Bidan berasal dari perawat jurusan kebidanan dan perawat kesehatan masyarakat serta bidan hanya berperan sebagai asisten dokter. Pertolongan persalinan lebih banyak dilakukan oeh dokter dan perawat.

       Jepang melakukan peningkatan pelayanan dan pendidikan bidan sert mulai menata dan merubah situasi. Pada tahun 1987 peran bidan kembali dan tahun 1989 berorientasi pada siklus kehidupan wanita mulai dari pubertas sampai klimaktelium serta kembali ke persalinannormal.

       Bagi orang jepang melahirkan adalah suatu hal yang kotor dan tidak diiinginkan  banyak wanita yang akan melahirkan diasingkan dan saat persalinan terjadi di tempat kotor gelap seperti gedung dan gudang.

       Dokumentasi relevan pertama tentang praktek kebidanan adalah tentang pembantu-pembantu kelahiran (asisten) pada periode Heian (794-1115).

       Dokumentasi hukum pertama tentang praktek kebidanan ditwerbitkan pada tahun 1868. Dokumen ini resmi menjadi dasar untuk peraturan-peraturan hukum utama untuk profesi medis Jepang. Tahhun 1899 izin kerja kebidanan dikeluaran untuk memastikan profesional kualifikasi.

 

2) Pendidikan Kebidanan di Jepang

       Pendidikan kebidanan di Jepanbg diawali dengan terbentuknya sekolah bidan pada tahun 1912 didirikan oleh Obgyn, dan baru mendapatkan lisensi pada tahun 1974. Kemudian pada tahun 1899 lisensi dan peraturan-peraturan untuk seleksi baru terbentuk.

       Tahun 1987, pendidikan bidan mulai berkembang dan berada dibawah pengawasan obstretikian. Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan bidan terdiri dari ilmu fisika, biologi, ilmu sosial, dan psikologi. Ternyata hasil yang diharapkan dari pendidikan bidan tidak sesuai dengan harapan. Bidn-bidan tersebut banyak yang bersifat tidak ramah dan tidak banyak menolong persalinan dan pelayanan kebidanan.

       Yang mengikuti pendidikan bidan yaitu para perawat yang masuk pendidikan saat umur 20 tahun. Pendidikan berlangsung selama 3 tahun. Tingkat Degree di universitas terdiri dari 8-16 kredit, yaitu 15 jam teori, 30 jam lab, dan 45 jam praktik. Pendidikan kebidanan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan obstetri dan neonatal, serta meningkatkan kebutuhan masyarakat karena masih tingginya angka aborsi di Jepang. Masalah-masalah yang masih terdapat di Jepang antara klain masih kurangnya tenaga bidan dan kualitas bidan yang masih belum memuaskan.

       Saat ini pendidikan bidan di Jepang bisa setelah lulus dari sekolah perawat atau perguruan tinggi 2 tahun atau melalui program kebidanan yang ditawarkan oleh perguruan tinggi 4 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar