Sejarah Pendidikan Kebidanan di Luar Negeri
1. Sejarah
Perkembangan Pelayanan Dan Pendidikan Bidan Diluar Negeri
Sebelum abad ke-20 (1700-1900)
Dua abad
sebelum abad ke-20 telah menghasilkan banyak penemuan besar yang sangat berpengaruh
terhadap praktek kebidanan yang membawa banyak orang-orang kedokteran kedalam
kebidanan.
a. William Smellie dari Scotlandia (1697-1763) mengembangkan forseps dengan kurva pelvik seperti kurva
shepalik . Dia memperkenalkan cara pengukuran konjungata diagonalis dalam pelvi
metri , menggambarkan metode tentang persalinan lahirnya kepala pada presentasi
bokong , dan penanganan resusitasi bayi asfiksia dengan penonpaan paru-paru
melalui sebuah metal kateler .
b. Ignas Phillip Semmelweis , seorang
dokter dari Hungaria (1818-1865) mengenalkan tentang cuci tangan yang bersih ,
mengacu pada pengendalian species puerperium .
c. James Young Simpsosn dari Edenburgh , Scotlandia (1811-1870)
memperkenalan dan menggunakan anastesi umum dalam
kebidanan .
d. Tahun 1824 , James Blundell dari
Inggris menjadi orang pertama yang berhasil menangani pendarahan postpartum
dengan menggunakan tranfusi darah .
e. Jean Lubumean dari Prancis (orang
kepercayaan Rene Laenec , penemu Stetoskop pada tahun 1819) pertama kali
mendengar bunyi jantung janin dengan stetoskop pada tahun 1920.
f. Dr. William
shippen (1736-1808), beliau seorang tokoh di AS yang mengembangkan kebidanan,
beliau yang mendirikan kursus kebidanan di Philadelphia gazette, sehingga masih
banyak menaruh minat pria maupun wanita.
g. Dr. Walter
channing (1786-1876), beliau diangkat sebagai profesor kebidanan disekolah
kedokteran harvard
Postnatal care sejak munculnya
hospitalisasi untuk persalinan telah berubah dari perpanjangan masa rawatan
sampai 10 hari, ke trend “Modern” ambulasi diri. Yang pada kenyataannya, suatu
pengembalian pada “cara yang lebih alami”.
Selama beberapa tahun, pemisahan ibu dan bayi merupakan praktek yang dapat
diterima di banyak rumah sakit, dan alat menyusui bayi buatan menjadi dapat
diterima, dan bahkan oleh norma! Bagaimanapun, alami sekali lagi “membuktikan
dirinya “rooing-in” dipraktekan dan menyusui dipromosikan menyusui disemua
rumah sakit yang sudah mendapat penerangan. Perkembangan
teknologi yang cepat telah monitoring anthepartum dan intrapartum yang tepat
menjadi mungkin dengan pengguraan ultrasonografi dan cardiotocografi, dan telah
merubah prognosis bagi bayi prematur secara dramatis ketika dirawat di neonatal
intersive acara urits, hal ini juga memungkinkan perkembangan yang menakjubkan.
1.1 Sejarah Perkembangan
Pelayanan dan Pendidikan Kebidanan di Amerika
Pada zaman dahulu kala, persalinan di Amerika Serikat di
tolong oleh dukun beranak yang tidak berpendidikan, biasanya bila seorang
perempuan sukar melahirkan ahli obat menganjurkan supaya perempuan itu diusir
serta ditakut-takuti agar rasa sakitnya bertambah dan kelahiran menjadi mudah
karena kesakitan dan kesedihan.
a.Tahun
1765
pendidikan
formal untuk bidan mulai dibuka. Akhir abad ke-18 banyak kalangan medis
berpendapat secara emosi dan intelektual wanita tidak dapat belajar dan
menerapkan metode obstetric.Pendapat ini digunakan untuk menjatuhkan profesi
bidan, sehingga bidan tidak mempunyai pendukung, uang, tidak teroganisir dan
tidak dianggap professional.
b.
Tahun 1770-1820
Para
wanita golongan atas di kota-kota besar, melahirkan ditolong olah “Bidan Pria”
/ dokter. Bidan hanya menangani persalinan wanita yang tidak mampu membayar
dokter. Pada masa itu juga terjadi perubahan persepsi dimana kelahiran
merupakan masalah medis yang harus ditangani oleh dokter.
c.
Sampai dengan pada awal abad 20
para
bidan berperan seperti dokter berpengalaman tanpa pendidikan spesifik,
standar-standar, atau peraturan-peraturan yang mengatur dalam memberikan
pelayanan kebidanan.
d. Tahun 1915
Dokter
Joseph de Lee menyatakan : kelahiran bayi adalah patologis dan bidan tidak
mempunyai peran didalamnya. Pada saat ini mulai diberlakukannya protap
pertolongan persalinan yaitu :
1.
memberikan sedative pada awal inpartu
2.
membiarkan servik berdilatasi
3.
memberikan ether pada kala II
4.
melakukan episiotomy
5.
melahirkan bayi dengan forcep
6.
ekstraksi placenta
7.
memberikan uterotonika
8.
menjahit episiotomy
e.
Tahun 1900-1930
akibat
protap yang diberlakukan tersebut, AKI mengalami penurunan menjadi 600-700
kematian per 100.000 kelahiran hidup.30-50% wanita melahirkan di rumah sakit.
f. Dokter Grantly Dicka
meluncurkan
buku tentang persalinan alami sehingga spesialis obstetric berusaha
meningkatkan peran tenaga diluar medis termasuk bidan.
g. Tahun 1955 :
Dibuka
sekolah American College of Nurse-Midwives (ACNM)
h.
Tahun 1971 :
Seorang
bidan di Tenesse mulai menolong persalinan secara mandiri di institusi
kesehatan.
i. Tahun 1979 :
•
Badan pengawasan obat Amerika mengatakan bahwa ibu bersalin yang menerima
anaesthesi dalam dosis tinggi telah melahirkan anak-anak yang mengalami
kemunduran perkembangan psikomotor
•
Pernyataan ini membuat :
1.
Masyarakat mulai tertarik dengan proses persalinan alamiah
2. Persalinan dilakukan di rumah
3.
Memacu peran bidan
j.
Tahun 1980-an :
•
ACNM membuat alternative dalam pelayanan persalinan dan mengubah pernyataan
negative tentang homebirth
•
Dibuat legalisasi tentang praktek professional bidan, sehingga membuat bidan
menjadi profesi dengan lahan praktek yang spesifik dan membutuhkan organisasi
yang mengatur organisasi tersebut. Dan pada tahun ini Bidan menangani 1,1%
persalinan .
k.
Tahun 1982 :
•
MANA (Midwive Alliance of North America) dibetuk untuk meningkatkan komunikasi
antar bidan serta membuat peraturan sebagai dasar kompetensi untuk melindungi
bidan.
•
Negara Arizona, bidan mempunyai tugas khusus yaitu melahirkan bayi. Untuk
perawatan selanjutnya merawat bayi dan memberikan injeksi bukan lagi tugas
bidan, hanya dilakukan jika diperlukan.
l.
Tahun 1988
Angka
SC menurun 25% dan menjadi 21% tahun 1995
m. Tahun 1989
Penggunaan
forcep menurun 5,5% dan menjadi 3,8% tahun 1994
Hambatan-hambatan yang dirasakan oleh Bidan Amerika saat ini antara lain
:
• Ada banyak undang-undang baru, direct entry midwive dianggap ilegal
• Lisensi praktek berbeda antar Negara, tidak ada standar praktek nasional
sehingga tidak ada definisi yang jelas tentang bidan yang telah terdidik dan
memiliki standar kompetensi yang sama
•
Sedikit data tentang direct entry midwive dan persalinan oleh bidan
• Kritik tajam dari profesi medis
kepada direct entry midwive
• Pendidikan kebidanan biasanya
berbentuk praktek lapangan
•
Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan selama 4 tahun dan
praktek lapangan selama 2 tahun tapi biaya sangat mahal.
•
Kebidanan memiliki sebuah organisasi untuk membentuk standart, menyediakan
sertifikat dan membuat ijin praktek.
•
Saat ini, America merupakan Negara yang menyediakan perawatan maternitas
termahal di dunia, tetapi paling buruk dalam hal perawatan antenatal
dibandingkan dengan Negara insdustri lainnya.
Pendidikan kebidanan biasanya berbentuk praktik lapangan. Sampai saat ini mereka
bisa menangani persalinan dengan pengalaman sebagai bidan. Bidan adalah
seseorang telah menyelesaikan pendidikan 4 tahun dan praktik lapangan selama 2
tahun, yang mana biayanya yang sangat mahal. Kebidanan memiliki sebuah
organisasi untuk membentuk standar, menyediakan sertifikat dan membuat ijin
praktik. Saat ini AS merupakan negara
yang menyediakan perawatan maternitas termahal di dunia, tetapi sekaligus
merupakan negara industri yang paling buruk dalam hasil perawatan natal di
negara-negara industri lainnya.
1.2 . Sejarah Perkembangan Pelayanan dan
Pendidikan Kebidanan di Belanda
1) Perkembangan Kebidanan di Belanda
Seiring
dengan meningkatnya perhatian pemerintah Belanda terhadap kelahiran dan
kematian, pemerintah mengambil tindakan terhadap masalah tersebut. Wanita
berhak memilih apakah ia mau melahirkan di rumah atau di Rumah Sakit, hidup
atau mati. Belanda memiliki angka kelahiran yang sangat tinggi,
sedangkan kematian prenatal relatif rendah.
Prof. Geerit Van Kloosterman pada
konferensinya di Toronto tahun 1984, menyatakan bahwa setiap kehamilan adalah
normal, harus selalu dipantau dan mereka bebas memilih untuk tinggal di rumah
atau rumah sakit, dimana bidan yang sama akan memantau kehamilannya.
Hendrick Van Deventer (1651-1724) yang
menggambarkan banyak kelainan punggul keduanya memberikan kontribusi yang
sangat penting pada pelayanan kebidanan dan telah mempublikasikannya di
Belanda. Mereka juga mendirikan organisasi profesi.
Astrid Limburg mengatakan : Seorang
perawat yang baik tidak akan menjadi seorang bidan yang baik karena perawat
dididik untuk merawat orang yang sakit, sedangkan bidan untuk kesehatan wanita.
Maria De Broer yang mengatakan bahwa
kebidanan tidak memiliki hubungan dengan keperawatan; kebidanan adalah profesi
yang mandiri.
Pendidikan kebidanan di Amsterdam
memiliki prinsip yakni sebagaimana memberi anastesi dan sedatif pada pasien
begitulah kita harus mengadakan pendekatan dan memberi pada ibu saat
persalinan. Jadi pada praktiknya bidan harus
memandang ibu secara keseluruhan dan mendorong ibu untuk menolong
dirinya sendiri. Bidan harus menjadi role
model di masyarakat dan harus menganggap kehamilan adalah sesuatu yang
normal, sehingga apabila seorang perempuan merasa dirinya hamil dia dapat
langsung memeriksakan diri ke bidan/atau dianjurkan oleh keluarga, teman, atau
siapa saja.
2) Pendidikan Kebidanan di Belanda
Pendidikan Kebidanan di Belanda terpisah
dari pendidikan keperawatan dan berkembang menjadi profesi yang berbeda. Di
Belanda ada 3 institusi kebidanan dan menerima 66 mahasiswa setiap tahunnya.
Hampir setiap tahun 800
calon mahasiswa (95% wanita, 4% pria) yang mengikuti tes syarat masuk mengikuti
pendidikan usia minimum 19 tahun, telah menamatkan Secondary Education atau
yang sederajat dari jurusan kimia dan
biologi. Mahasiswa kebidanan tidak menerima gaji dan tidak membayar
biaya pendidikan.Selama pendidikan di ketiga institusi tersebut menekankan
bahwa kehamilan, persalinan, dan nifas sebagai proses fisiologis. Ini
diterapkan dengan menempatkan mahasiswa untuk praktek di kamar bersalin dimana
wanita dengan resiko rendah melahirkan. Persalinan, walaupun di rumah sakit,
seperti di rumah, tidak ada dokter yang siap menolong dan tidak terdapat
Cardiograph. Mahasiswa akan teruju keterampilan kebidanan yang telah
terpelajari.
Bila ada masalah, mahasiswa baru akan
berkonsultasi dengan Ahli kebidanan dan seperti di rumah, wanita di kirim ke
ruang bersalin patologi. Mahasiswa diwajibkan mempunyai pengalaman minimal 40
persalinan selama pendidikan. Ketika mereka lulus ujian akhir akan menerima
ijazah yang didalamnya tercantum nilai ujian.
3) Adapun Pelayanan - Pelayanan yang
Dilaksanakan oleh Belanda, yaitu :
a. Pelayanan Antenatal
Bidan menurut peraturan Belanda
lebih berhak praktek mandiri daripada perawat. Bidan mempunyai ijin resmi untuk
praktek dan menyediakan layanan kepada wanita dengan resiko rendah, meliputi
antenatal, intrapartum dan postnatal tanpa Ahli Kandungan yang menyertai mereka
bekerja di bawah Lembaga Audit Kesehatan. Bidan harus merujuk wanita dengan resiko
tinggi atau kasus patologi
ke Ahli Kebidanan untuk di rawat dengan baik.
Untuk memperbaiki pelayanan kebidanan
dan ahli kebidanan dan untuk meningkatakan kerjasama antar bidan dan ahli
kebidanan dibentuklah dafatar indikasi oleh kelompok kecil yang berhubungan
dengan pelayanan maternal di Belanda.
b. Pelayanan Intrapartum
Pelayanan intrapartum dimulai dari waktu bidan dipanggil sampai satu jam
setelah lahirnya plasenta dan membrannya. Bidan mempunyai kemampuan untuk
melakukan episiotomi tapi tidak diijinkan menggunakan alat kedokteran. Biasanya
bidan menjahit luka perineum atau episiotomi, untuk luka yang parah dirujuk ke
Ahli Kebidanan. Syntometrin dan Ergometrin diberikan jika ada indikasi.
Kebanyakan Kala III dibiarkan sesuai fisiologinya. Analgesik tidak digunakan
dalam persalinan.
c. Pelayanan
Postpartum
Di Kebidanan Belanda, pelayanan post
natal dimulai setelah.
Pada tahun 1988, persalinan di negara Belanda 80% telah ditolong oleh
bidan, hanya 20% persalinan di RS. Pelayanan kebidanan dilakukan pada community
– normal, bidan sudah mempunyai indefendensi yuang jelas. Kondisi kesehatan ibu
dan anak pun semakin baik, bidan mempunyai tanggung jawab yakni melindungi dan
memfasilitasi proses alami, menyeleksi kapan wanitya perlu intervensi, yang
menghindari teknologi dan pertolongan dokter yang tidak penting.
Pendidikan bidan digunakan sistem Direct Entry dengan lama pendidikan
3tahun.
1.3 . Sejarah
Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Kebidanan di Jepang
1) Pelayanan Kebidanan di Jepang
Jepang merupakan sebuah negara dengan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju serta kesehatan masyarakat yang
tinggi.
Pelayanan kebidanan setelah perang dunia
II, lebih lebih banyak terkontaminasi oleh medikalisasi. Pelayana kepada
masyarakat masih bersifat hospitalisasi. Bidan berasal dari perawat jurusan
kebidanan dan perawat kesehatan masyarakat serta bidan hanya berperan sebagai
asisten dokter. Pertolongan persalinan lebih banyak dilakukan oeh dokter dan
perawat.
Jepang
melakukan peningkatan pelayanan dan pendidikan bidan sert mulai menata dan
merubah situasi. Pada tahun 1987 peran bidan kembali dan tahun 1989
berorientasi pada siklus kehidupan wanita mulai dari pubertas sampai
klimaktelium serta kembali ke persalinannormal.
Bagi orang jepang melahirkan adalah
suatu hal yang kotor dan tidak diiinginkan
banyak wanita yang akan melahirkan diasingkan dan saat persalinan
terjadi di tempat kotor gelap seperti gedung dan gudang.
Dokumentasi relevan pertama tentang
praktek kebidanan adalah tentang pembantu-pembantu kelahiran (asisten) pada
periode Heian (794-1115).
Dokumentasi hukum pertama tentang
praktek kebidanan ditwerbitkan pada tahun 1868. Dokumen ini resmi menjadi dasar
untuk peraturan-peraturan hukum utama untuk profesi medis Jepang. Tahhun 1899
izin kerja kebidanan dikeluaran untuk memastikan profesional kualifikasi.
2) Pendidikan Kebidanan di Jepang
Pendidikan kebidanan di Jepanbg diawali
dengan terbentuknya sekolah bidan pada tahun 1912 didirikan oleh Obgyn, dan
baru mendapatkan lisensi pada tahun 1974. Kemudian pada tahun 1899 lisensi dan
peraturan-peraturan untuk seleksi baru terbentuk.
Tahun 1987, pendidikan bidan mulai
berkembang dan berada dibawah pengawasan obstretikian. Kurikulum yang digunakan
dalam pendidikan bidan terdiri dari ilmu fisika, biologi, ilmu sosial, dan
psikologi. Ternyata hasil yang diharapkan dari pendidikan bidan tidak sesuai
dengan harapan. Bidn-bidan tersebut banyak yang bersifat tidak ramah dan tidak
banyak menolong persalinan dan pelayanan kebidanan.
Yang mengikuti pendidikan bidan yaitu
para perawat yang masuk pendidikan saat umur 20 tahun. Pendidikan berlangsung
selama 3 tahun. Tingkat Degree di universitas terdiri dari 8-16 kredit, yaitu
15 jam teori, 30 jam lab, dan 45 jam praktik. Pendidikan kebidanan tersebut bertujuan
untuk meningkatkan pelayanan obstetri dan neonatal, serta meningkatkan kebutuhan masyarakat karena
masih tingginya angka aborsi di Jepang. Masalah-masalah yang masih terdapat di
Jepang antara klain masih kurangnya tenaga bidan dan kualitas bidan yang masih
belum memuaskan.
Saat ini pendidikan bidan di Jepang bisa
setelah lulus dari sekolah perawat atau perguruan tinggi 2 tahun atau melalui
program kebidanan yang ditawarkan oleh perguruan tinggi 4 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar